twitter
rss

Selamat Datang di website kami
-------------------------------------------------------------------------------
"pendidikan bisa dimana saja, apa saja dan kapan saja, karena semua orang adalah guru dan semua tempat adalah sekolah!

“Fikirkan hal-hal yang paling hebat,Dan engkau akan menjadi terhebat.
Tetapkan akal pada hal tertinggi, Dan engkau akan mencapai yang tertinggi.”

"seseorang yang dipersanjatai dengan Informasi akan selalu memenangkan pertempuran"

"setiap orang bisa belajar, hanya saja tidak pada hari yang sama atau dengan cara yang sama"
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

MEDAN, RABU - Melihat suasana belajar-mengajar yang sudah kami lakukan diacara kegiatan homeschooling hari ini, kami rasa cukup membahagiakan dan mengembirakan. Anak-anak sudah sangat begitu antusias dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan homeschooling yang kami lakukan sore hari ini (Rabu-30 Maret). Meskipun dihadapkan dengan cuaca yang lagi hujan dan sedikit berisik tapi tetap tidak mengganggu kegiatan-kegiatan yang kami lakukan hari ini. Keep Excited..!!

Materi hari ini yang diberikan kepada anak-anak adalah IT, Begitu pentingnya pemahaman tentang IT sehingga kita juga seharusnya jangan mau kalah bersaing dalam mengembangkan IT anak-anak!, begitulah ungkapakan salah satu orang tua, yang mengikut sertakan anaknya mengikuti kegiatan homeschooling di TKBM (Taman Kegiatan Belajar Mandiri) yang kami kelola.  Sedikit tidaknya beginilah langkah awal untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak-anak, karena jika kita tidak paham atau tidak bisa membaca apa sebenarnya yang diinginkan oleh anak-anak tersebut, justru nanti kita akan mengendapkan potensi yang dimiliki oleh sang anak. seperti kasus yang kami hadapi kemarin (Selasa/29 Maret), salah satu anak peserta dari kegiatan homeschooling ; mengatakan kepada Tim Pengajar “saya Ga` Suka Bahasa Inggris kak, saya Ga mau!!” Nah..begitulah kira-kira ucapan sang anak. Tetapi kita langsung memaklumi dan sekali lagi inilah prinsip dari homeschooling, segala sesuatunya adalah Boleh, boleh dan boleh! Artinya apa? Apa yang disukai oleh sang anak itulah yang seharusnya kita kembangkan dan arahkan agar sang anak benar-benar menguasai dan kalau bisa sang anakpun menjadi ahli dibidang yang dia minati. Jadi, tidak ada kata-kata dalam kamus kita “semua anak-anak harus mengikuti ini dan harus mengikuti itu kalau tidak nanti akan dihukum! nah..ucapan inilah yang nanti justru akan membelenggu potensi anak-anak untuk berkembang. Kembali dengan apa yang sudah diucapkan oleh sang anak-anak tadi itu adalah temuan bagi kami untuk mengembangkan apa yang dia minati bukan apa yang dia tidak sukai.

Baiklah, singkat saja tentang artikel ini. Dan berikut gambar-gambar hasil documentasi dari kegiatan homeschooling kami hari ini. (Posting by : AJ>PM)

1. Asyik ya, penulis jadi pengen ikut neh..he2


2. Busyet dah!pake laptop smua. mantavvvv!!!


3. Dipakasa bangett ketawanya. awas, ntar kurusan lho..he2


4. Prinsipnya..Boleh! boleh liat belakang ato depan. #sabar ya kak.. -_-!..hehe


5. Sama nih kaya` nomor 4.. (-_a)

Bagikan

Medan-Pagi yang cerah dengan sinaran matahari yang cukup menyengat kulit. Hari ini adalah tanggal 26 Maret 2011. Hari yang ditetapkan agar kami melakukan kegiatan study tour untuk kedua kalinya. Seperti kegiatan sebelumnya yang juga diikuti oleh banyak anak, hari inipun banyak sekali anak-anak yang sangat antusias mengikuti kegiatan menyenangkan ini. Kunjungan ke museum budaya yang letaknya dijalan HM Joni. Sekitar 30an anak mengikuti kegiatan ini didampingi dengan orangtuanya juga.

Pada dasarnya tujuan kegiatan kali ini tidak jauh berbeda dengan tujuan kunjung pustaka beberapa minggu yang lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat wawasan anak-anak menjadi semakin luas. Mereka akan mendapatkan pemahaman yang semakin mendalam tentang sejarah serta kebudayaan yang bangsa kita tercinta yaitu Indonesia pernah miliki.

Dengan melihat langsung peninggalan serta peralatan-peralatan yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, diharapkan bisa mempermudah anak-anak memahami pelajaran-pelajaran yang dapat dijadikan dasar untuk menjalani kehidupan kedepan. Bukankah pengalaman masa lalu akan sangat manjur untuk dijadikan pelajaran dan acuan untuk kehidupan mendatang ?

Berikut cuplikan wawancara kami dengan Bapak Khairil-orang tua dari seorang anak- yang ikut terlibat dalam kegiatan kali ini.

Tim         : Gimana sih menurut Bapak atas kegiatan study tour kedua kita yang dilakukan di museum budaya kali ini ?

Bpk Khairil           : Anak anak begitu antusias dan juga akan menambah pengetahuan akan budaya bangsa serta memberika pencerahan agar anak-anak bisa mengenal budaya bangsa sendiri. Karena selama ini banyak anak yang sudah lupa budayanya dan tidak memahami budayanya sendiri. Setelah melakukan kegiatan ini anak-anak juga bisa memahami asal muasal manusia. Apalagi ada pendapat bahwa manusia itu berasal dari monyet. Itu merupakan alasan yang kurang masuk akal mengingat kromosom manusia jelas berbeda dengan kromosom hewan dan di Al-Quran juga jelas bahwa manusia berasal dari saripati bukan dari monyet. Itu merupakan teori Darwin yang sebenarnya sah-sah saja tapi ya semua kembali kepada kita. Yang jelas di dalam Al-Quran sudah dijelaskan asal muasal manusia.

Tim         : Lalu bagaimana manfaat yang menurut Bapak akan kita dapatkan oleh kegiatan ini ?

Bpk Khairil           : Museum itu merupakan sarana untuk anak-anak bisa mengenal sejarah-sejarah terdahulu. Bagaimana awal-awal mereka melakukan aktivitas tanpa adanya tekhnologi yang seperti sekarang ini. Yang dapat kita lihat lagi adalah kebersamaan anak-anak yang sangat terasa dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini. Saat proses pengenalan dengan hal-hal dimuseum ini kemudian setelah adanya penjelasan dari pihak terkait, maka merekapun jadi merasa memiliki wawasan yang jauh lebih banyak dari sebelumnya. Dan juga menambah motivasi akan pembelajaran mereka.

Tim         : Yang terakhir, apa saja saran, masukan, atau kritikan yang membangun yang bisa Bapak berikan kepada kami ?

Bpk Khairil           : Disetiap pekerjaan yang kita lakukan pastilah ada kekurangan serta kelebihan, namun ya kalau bisa setiap kegiatan harus selalu menghadirkan mereka, agar mereka mendapatkan keilmuan yang sama rata. Dan juga pengawalan dari orang tua masing-masing. Jangan semata-mata hanya duduk saja sedangkan para tentor jadi memiliki pekerjaan yang berlipat ganda karena disamping harus memberi pengarahan juga harus mengawal anak-anak. Harusnya orang tua harus lebih proaktif atas acara-acara yang dilakukan oleh tim HomeSchooling.

Demikian yang dapat kami sampaikan dan kami bagikan yaitu tentang pengalaman Study Tour kedua ini yaitu kunjungan ke museum budaya. Semoga dapat diambil hikmah serta manfaatnya. Terimakasiiiih ~ . Posting by : Desiana

Berikut hasil jepretan kami...cekiidottt!!

1. Photo Bareng sebelum Keberangkatan....#Cisssss#







2. Pengarah menjelaskan koleksi benda2 didalam Museum
3. Peserta tetap serius mendengarkan penjelasan... (-_-!)
4. Anak-anak masih serius juga untuk mendengarkan.  (-_-!!)




5. Pembimbing berinteraktif dengan peserta... #udah paham smua nih kaya`nya#

6. Peserta serius melihat salah satu artefak sejarah.  #kok ga mirip ya..he2#

7. Penulis juga bingung, sebenarnya mereka lagi megang benda apa??? 

8. Pak...ini namanya arca.  #^%$@^&@^^^*&#

9. Peserta melihat hewan-hewan yang sudah diawetkan.

10. Pembimbing memberikan arahan. #pesertanya masih ada yg ketinggalan ga` ya#

11. Melihat hewan-hewan yang diawetkan. 

12. Anak-anak menulis. 

12. Nih bocah serius amat yah...

13. tulis aja ya..pokoknya pasti ada manfaatnya.

14. Nulis apa sih...pasti yang bermanfaatkan.

15. Hei...nulisnya yang kreatif ya.

16. Kacanya jangan terlalu ditekan ya, ntar pecah lho!!

17. banyak ilmu yang bermanfaat. so, wajib ditulis donkk...

18. Menulis dan menuliss.

19. Tulis lagi ah...

20. habis belajar dan berpetualang dimuseum, sekarang saatnya makannnn.

Bagikan

Medan- 19 Maret 2011. Setelah melakukan berbagai usaha dan kerja keras tentang rancangan untuk pembuatan spanduk & Banner kegiatan Homeschooling, akhirnya apa yang diinginkan bisa tercapai juga. yah...walaupun ga` cantik-cantik amat! yang penting mah usaha sudah semaksimal mungkin tapi keringat ga` keluar juga sehh..hehe. langsung aja para sahabat kita Cekidotttt aja!!!

 Desain By : Desi

Desain By : Jauhari

Bagikan

 Kunjungan ke Pustaka Daerah

Medan- Sabtu yang cerah telah tersenyum indah bersama kehangatan yang disinarinya. Kami dengan gembira bergegas menuju perpustakaan daerah yang letaknya tepat didepan istana kerajaan Deli, istana Maimun. CHECK IT OUT !!!

Tujuan kegiatan kali ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak agar wawasan yang mereka miliki semakin luas dan menumbuhkan minat baca dari masing-masing anak. Karena seperti yang telah kita ketahui, membaca adalah jendela dunia. Dengan banyak membaca , banyak hal-hal baru yang kita dapatkan dan bisa menjadi penunjang dalam proses belajar. Tujuan ini sangat kontras dengan dibentuknya Home Schooling agar dapat menghasilkan generasi unggulan, tangguh, dan berguna untuk kehidupan dimasa mendatang. Sejalan dengan tujuan yang ingin kita raih dari kegiatan ini, maka manfaat yang kita dapatkanpun patut menjadi sorotan. Dengan membiasakan anak-anak membaca sejak dini, kecenderungan mereka untuk mencintai buku akan semakin besar. Bukankah kita semua ingin penerus bangsa ini adalah anak yang berkompeten dalam segala bidang ??

Berikut wawancara kami dengan salah seorang Bunda yang ikut terlibat dalam kegiatan kali ini.

Tim      : Apa kesan yang dapat Bunda tangkap dari kegiatan kita ini ?

Bunda   : Bunda melihat anak-anak sangat antusias dengan kegiatan kali ini. Ketika kesempatan untuk masuk ke perpustakaan dibuka, mereka langsung berhamburan memilih buku yang mereka sukai untuk dibaca. Tak jauh berbeda dengan anak-anak, para orangtuapun ikut berpartisipasi dan aktif membimbing sang anak untuk lebih mudah memahami esensi buku yang dibaca. Namun tak jarang juga ada anak yang memilih buku sesuai keinginan mereka walaupun buku tersebut tidak memberikan nilai edukatif sesuai yang diharapkan.

Tim      : Lalu, apakah Bunda dapat mengambil banyak manfaat dari kegiatan ini ?

Bunda   : Tentu! tidak mungkin kegiatan seperti ini tidak memberikan manfaat bagi kita. Bahkan manfaatnya sangat besar. Kegiatan ini bisa memunculkan rasa cinta anak-anak kepada buku. Kalau bisa kegiatan seperti ini tidak hanya sekali, tetapi harus sering-sering kita lakukan. Dengan kegiatan seperti ini, para orangtua menjadi tahu buku yang seperti apa yang menjadi pilihan dari sang anak. Dan dengan begitu pula akan semakin tampak minat dan bakat si anak lebih condong kearah yang mana.

Tim      : Kalau begitu apakah ada saran-saran atau kritikan yang membangun bagi kegiatan-kegiatan kita selanjutnya ?

Bunda : Sebenarnya kegiatan ini bisa menjadi tolak ukur yang baik bagi kegiatan selanjutnya. Dengan terus berusaha menjalankan kegiatan yang lebih baik lagi tentunya. Kalau bisa kegiatan yang bernilai edukatif tinggi tidak hanya berhenti disini saja, tapi justru harus semakin kita kembangkan. Misalnya seperti latihan bercocok tanam, study tour ke kebun binatang dan lain-lain. Banyak sekali kegiatan yang bisa kita lakukan untuk melatih soft skills dan hard skills generasi-generasi penerus bangsa ini.

Berikut Gambar-gambar Kegiatan Kunjung Pustaka :






 
 



 


 





























Demikianlah gambaran singkat wawancara yang telah kami lakukan. Dari wawancara ini dapat kita tarik kesimpulan bahwa kegiatan study tour ke perpustakaan daerah patutlah terus kita kembangkan agar semakin besar motivasi anak dalam proses pembelajaran mereka
Created by : Ayu & Desi

Bagikan

Di Indonesia homeschooling sudah ada sejak lama. Sedangkan pengertian Homeschooling (HS) sendiri adalah model alternatif belajar selain di sekolah. Tak ada sebuah definisi tunggal mengenai homeschooling. Selain homeschooling, ada istilah “home education”, atau “home-based learning” yang digunakan untuk maksud yang kurang lebih sama.

Dalam bahasa Indonesia, ada yang menggunakan istilah “sekolah rumah”. Ada juga orangtua yang secara pribadi lebih suka mengartikan homeschooling dengan istilah “sekolah mandiri”. Tapi nama bukanlah sebuah isu. Disebut apapun, yang terpenting adalah esensinya.

Salah satu pengertian umum homeschooling adalah sebuah keluarga yang memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anak dan mendidik anaknya dengan berbasis rumah. Pada homeschooling, orang tua bertanggung jawab sepenuhnya atas proses pendidikan anak; sementara pada sekolah reguler tanggung jawab itu didelegasikan kepada guru dan sistem sekolah.

Walaupun orang tua menjadi penanggung jawab utama homeschooling, tetapi pendidikan homeschooling tidak hanya dan tidak harus dilakukan oleh orang tua. Selain mengajar sendiri, orang tua dapat mengundang guru privat, mendaftarkan anak pada kursus, melibatkan anak-anak pada proses magang (internship), dan sebagainya.

Sesuai namanya, proses homeschooling memang berpusat di rumah. Tetapi, proses homeschooling umumnya tidak hanya mengambil lokasi di rumah. Para orang tua homeschooling dapat menggunakan sarana apa saja dan di mana saja untuk pendidikan homeschooling anaknya.

Keberadaan homeschooling Indonesia telah diatur dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27 ayat (10) yang berbunyi:

“Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri”

Dalam praktek homeschooling tidak harus memenuhi penyetaraan pendidikan. Pendidikan kesetaraan adalah hak dan bersifat opsional. Jika praktisi homeschooling menginginkannya, mereka dapat menempuhnya. Jika tidak, mereka tetap dapat memilih dan memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tetapi Penyetaraan ini digunakan untuk dapat dihargai dan setara dengan hasil pendidikan formal, tentu setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.


Penyetaraan dalam praktek homeschooling yaitu penyetaraan ujian, penilaian, penyelenggaraan, dan tujuan pendidikan. Pendidikan kesetaraan dalam ujian nasional meliputi program Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.
Kelebihan homeschooling:
  • Customized, sesuai kebutuhan anak dan kondisi keluarga.
  • Lebih memberikan peluang untuk kemandirian dan kreativitas individual yang tidak didapatkan dalam model sekolah umum.
  • Memaksimalkan potensi anak sejak usia dini, tanpa harus mengikuti standar waktu yang ditetapkan di sekolah.
  • Lebih siap untuk terjun di dunia nyata (real world) karena proses pembelajarannya berdasarkan kegiatan sehari-hari yang ada di sekitarnya.
  • Kesesuaian pertumbuhan nilai-nilai anak dengan keluarga. Relatif terlindung dari paparan nilai dan pergaulan yang menyimpang (tawuran, drug, konsumerisme, pornografi, mencontek, dsb).
  • Kemampuan bergaul dengan orang tua dan yang berbeda umur (vertical socialization).
  • Biaya pendidikan dapat menyesuaikan dengan keadaan orang tua
Kekurangan homeschooling:
  • Butuh komitmen dan keterlibatan tinggi dari orang tua
  • Sosialisasi seumur (peer-group socialization) relatif rendah. Anak relatif tidak terekspos dengan pergaulan yang heterogen secara sosial.
  • Ada resiko kurangnya kemampuan bekerja dalam tim (team work), organisasi, dan kepemimpinan.
  • Perlindungan orang tua dapat memberikan efek samping ketidakmampuan menyelesaikan situasi sosial dan masalah yang kompleks yang tidak terprediksi.
Semua sistem pendidikan memiliki kelebihan dan kekurangan. Satu sistem sesuai untuk kondisi tertentu dan sistem yang lain lebih sesuai untuk kondisi yang berbeda. Daripada mencari sistem yang super, lebih baik mencari sistem yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak dan kondisi kita.
Sistem pendidikan anak melalui sekolah memang umum dan sudah dipraktekkan selama bertahun-tahun lamanya. Saat ini, pendidikan melalui sekolah menjadi pilihan hampir seluruh masyarakat.
Tetapi sekolah bukanlah satu-satunya cara bagi anak untuk memperoleh pendidikannya. Sekolah hanyalah salah satu cara bagi anak untuk belajar dan memperoleh pendidikannya. Sebagai sebuah institusi/sistem belajar, sekolah tidaklah sempurna. Itulah sebabnya, selalu ada peluang pembaruan untuk memperbaiki sistem pendidikan; baik di level filosofi, insitusi, approach, dan sebagainya.

Sebagai sosok yang bertanggung jawab untuk mengantarkan anak-anak pada masa depannya, orang tua memiliki tanggung jawab sekaligus pilihan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Homeschooling menjadi alternatif pendidikan yang rasional bagi orang tua; memiliki kelebihan dan kekurangan inheren di dalam sistemnya.

Tugas kita sebagai orang tua adalah memastikan bahwa kita telah memberikan yang maksimal untuk anak-anak kita, dengan segala batasan (constraint) yang kita miliki.

Bagikan

Belajar memahami sesuatu

Foto saya
Semua hal didunia ini diciptakan dengan ilmu

Total Tayangan Halaman

Pengunjung ke:

Categories

free counters